Art and Cultureperformance

Unik, Cara Batik Sundari Perkenalkan Busana Karya Leluhur

Kini banyak cara untuk mengenalkan berbusana Batik bagi kaum milineal generasi Z. Salah satu terobosan adalah yang seperti dilakukan oleh Satria Paramananda, Owner Sundari Batik Malang terbilang cukup unik dan menarik. Akhir pekan lalu, Sabtu 29 Juni 2024 bertempat di Critasena ex Taman Senaputera Malang, terlihat anak-anak muda mengenakan batik dengan modis. Mereka yang kebanyakan mahasiswa UMM Malang tersebut berhasil mewujudkan kerjasama dengan Batik Sundari. Bersama-sama menggelar kolaborasi bertajuk Kilau Budaya Batik Malang.

Dimotori oleh Kukuh Anom Prabowo, Bratasena Creative berhasil mengenalkan batik pada anak muda. Itu semua dikemas melalui Live Musik Pop Rock IKABAMA, fashion show dan suasana cafe di ruang publik bekas Senaputera. Pada acara tersebut dihadiri oleh perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Bappeda, Diskopindag dan Disporapar Kota Malang. Nampak juga beberapa pegiat pariwisata dan ekonomi kreatif yang hadir memenuhi undangan.

Bagi masyarakat kota Malang dan sekitarnya, Senaputera adalah ruang publik berupa taman rekreasi yang kondang pada era 1980an-1990. Saat ini Senaputera telah menjelma menjadi cafe industrial yang dikenal dengan nama Critasena sejak 4 November 2022. Sebagai salah satu ruang publik yang strategis berlokasi tepat ditengah kota Malang, tempat ini dipilih untuk kolaborasi banyak pihak seperti Batik Sundari, Bratasena Creative, batik designer, Make up Artist hingga IKABAMA UMM. Sejak menjelang matahari tenggelam, tampak anak-anak muda mulai berdatangan ke Critasena untuk menukar FDC tiket atau sekedar menikmati alunan musik pop IKABAMA. Mereka datang dengan dresscode Batik yang banyak dipadupadankan dengan asesories lain khas generasi Z.

Suasana matahari tenggelam tersebut menjadi syahdu dibalut dengan kilauan busana batik yang mereka kenakan. Sekelompok mahasiswa yang hadir tersebut makin terlihat anggun dan menawan dengan balutan Batik Malang. Keceriaan tersebut semakin bertambah ketika lampu-lampu dekorasi Critasena menyinari panggung kolaborasi tersebut. Dentuman irama dari Ikatan Aktifitas Band Mahasiswa UMM turut menghangatkan suasana malam minggu tersebut. Hingga selanjutnya diteruskan dengan sambutan Sekretaris Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Malang. Dimana Pemerintah Kota Malang mendukung adanya kolaborasi diantara pelaku usaha kreatif, pelaku bisnis, komunitas, media dan pemerintah dalam membangun ekosistem Batik Malang. Terlebih lagi diketahui Batik adalah karya leluhur bangsa yang saat ini telah mendapatkan anugerah dunia sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) pada 2 Oktober 2009 oleh UNESCO.

Kukuh Anom selaku project manager juga menyampaikan adanya value pada Batik yang perlu diapresiasi oleh generasi Z. Sedangkan Satria Paramananda menekankan pada terbatasnya ruang publik untuk ekspresi kebudayaan di kota Malang. “Pemilihan lokasi di bekas taman rekreasi Senaputra ini mengandung nilai nostalgia, kolaboratif untuk menikmati momen kebudayaan,”ujarnya. Sementara itu Agung H Buana pengamat pariwisata dan ekonomi kreatif yang hadir menyambut baik kolaborasi merayakan momen kebudayaan tersebut. “Peran anak muda sangat strategis meneruskan pencapaian Batik di pentas panggung kolaborasi,” ujar lelaki yang hadir bersama putrinya disela-sela acara.

Panggung kolaborasi tersebut juga menampilkan fashion show Batik yang dibawakan oleh 10 (sepuluh) orang talent dimana 4 (empat) orang diantaranya adalah talent difabel. Keikutsertaan talent istimewa ini menambah semaraknya dan inklusifitas kegiatan. Dimana talent istimewa ini terdiri dari 1 orang difabel downsyndrome dan 3 orang tuna rungu. Kemeriahan Kilau Budaya batik ini semakin seru ketika 10 orang talent ini berlenggang mengenakan pakaian batik. Mereka memutari areal yang dipenuhi oleh mahasiswa dan undangan dengan percaya diri.

Selanjutnya pada pucak acara kolaborasi ini diberikan penghargaan untuk best konten “Kayutangan Batik Walk”. Dan sebagai penutupan acara digelar pula performance musik dangdut. Lengkap sudah kemeriahan Kolaborasi Kilau Batik Malang yang diselenggarakan secara apik dan menawan. Salam pemajuan kebudayaan dan salam pelestarian nilai budaya bangsa yang adiluhung ini. (djaja)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!
👋 Hi, how can I help?