destinationTravel

Menjelajahi Benjor Camping Park, The Hidden Gems sebelah Timur Tumpang Malang

Malang Raya ini seperti tidak ada habis-habisnya menyediakan destinasi wisata. Mulai dari beberapa theme park yang dikelola oleh Jatim Pak sebagai mass tourisme hingga kawasan Bromo yang dikelola oleh TNBTS. Belum lagi kampung dan desa wisata yang bertebaran di Kota malang dan Kabupaten Malang. Teermasuj juga belasan pantai selatan Malang mempunyai daya tarik tersendiri. Saat ini destinasi wisata alam masih menjanjikan pesonanya. Hawa dingin serta pemandangan alam ditambah gemercik air terjun menenangkan jiwa.

Kawasan Benjor sendiri merupakan wilayah hutan yang berada di sebelah timur candi Jago Tumpang. Berada di ketinggian 650 mdpl masuk dalam kecamatan Tumpang Kabupaten Malang. Bila kita berkendara dari alun-alun kota Malang maka kurang lebih 50 menit untuk mencapai hutan wisata Benjor. Arah jalan yang mudah diambil adalah start dari Candi Jago lalu ikuti jalan menuju timur sejauh 5 km maka kita akan menemukan lokasi ini. Sepanjang perjalanan menuju lokasi, mata akan dimanjakan dengan pemandangan alam lereng sekitar gunung Bromo. Hawa dingin khas pegunungan juga terasa di kulit tubuh. Hampir semua jalan yang dilalu telah beraspal, kecuali 1,5 km sebelum lokasi masih jalan berbatu dikombinasi dengan jalur beton untuk motor.

Papan petunjuk Benjor ada disepanjang jalan mulai dari Tumpang. Tiba disana maka hal pertama yang akan ditemui adalah petunjuk bawah di kawasan wisata ini terdapat beberapa air terjun atau coban. Sebut saja Coban Cinde, Coban Sanusi dan Coban Srikandi. pengunjung yang memasuki kawasan ini dikenakan tiket sebesar Rp.10.000,- per orang ditambah biaya parkir sebesar Rp.5.000,- . Lalu dilokasi camping juga tersedia fasilitas penunjang umum seperti toilet, mushola dan cafe atau kantin. Tidak sekedar sarana minimal namun untuk memanjakan wisatawan yang berkunjung juga disediakan camping ground, anjungan, gardu pandang hingga petunjuk rute untuk tracking. Luas kawasan pariwisata ini mencapai 4 hektar lebih dengan pengembangan untuk kebun seluas 7 hektar. Ada ribuan pohon kopi berjenis robusta dan arabica yang ditanam. Menikmati kopi ditengah kebun kopi merupakan suasana baru yang akan dirasakan pengunjung. Harga makanan dan minumannya pun masih terjangkau oleh semua pengunjung. Tersedia aneka minuman hangat seperti kopi, teh dan lainnya.

Kegiatan trackking ke Coban sekitar Benjor Camping ground ini memang menarik. Pengunjung menempuh sekitar 20 menit untuk mencapai Coban sanusi dan coban Srikandi. Masyarakat sekitar mengenal dengan sebutan Coban Kuwung namun sejak dibuka, namanya sekarang jadi Coban Srikandi. Coban Srikandi itu memiliki spot menarik yang sering dipergunakan untuk berfoto bersama. Setelah puas menikmati 2 coban di Benjor maka pengunjung akan menghadapi jalan menanjak yang akan ditempuh sekitar 1 jam trackking. Kesempatan trackking di kawasan hutan pinus juga menjadi salah satu daya tariknya. Belum lagi adanya pohon kopi yang ditanam sejak 5 tahun lalu mulai banyak berbuah.

Untuk keperluan camping, pengelola Benjor berusaha untuk memenuhi kebutuhan lainnya seperti genset listrik dan keamanan lokasi. Mochamad Isa salah seorang pengelola mengatakan bahwa keberadaan Benjor Camping ground ini baru 1,5 tahun, namun berusaha melengkapi sarpras untuk kenyamanan pengunjung. Pengelola kawasan wisata ini kebanyakan berlatar belakang militer sehingga kawasan ini tertata dengan baik. Demikian juga keamanan sangat terjamin. “Benjor Camping ground ini adalah kawasan wisata yang cocok buat keluarga, pelajar, komunitas dan wisatawan yang berminat pada wisata alam,” ujar pria yang hobby main tennis dan volley ball.

Saat ini juga tersedia pondok tinggal berkapasitas 4 orang atau lebih dengan kelengkapan berupa dapur dan kamar mandi. Sembari berpromosi, Mochamad Isa mengatakan bahwa saat ini masih nilai sewanya masih murah, yakni Rp.250.000,- per malam. Bila dipergunakan keluarga yang lebih dari 4 orang maka akan di kenakan add charge sebersar Rp20.000 per orang. Termasuk bagi yang bermalam baik ngecamp maupun tinggal di pondok dapat sewa genset selama 12 jam dengan tarif sewa tersendiri. Beberapa spot yang dapat dipergunakan untuk berkemah antara lain lapangan, dan beberapa titik latar.

Sementara itu pegiat bumdes Tumpang, Irvan menyatakan bahwa keberadaan Benjor camping ground ini sangat menarik untuk masuk dalam itinerary Tumpang. “Wisatawan yang berkunjung ke Bromo, harapan kami juga bisa mampir beraktifitas wisata di Tumpang,” ujar lelaki yang tergabung dalam Tamasja Tourism Centre. Saat ini Tumpang mulai memperkenalkan diri sebagai destinasi wisata yang mandiri dengan beberapa destinasi seperti Candi Jago, Pasar Wisata Mingguan, Padepokan Seni Mangundarmo serta Benjor camping. Disamping itu masih banyak destinasi lainnya yag tak kalah menarik. Sebagai kawasan yang bersinggungan langsung dengan Bromo Tengger Semeru, daerah Tumpang dikenal sebagai lokasi transit bagi wisatawan yang akan ke Bromo. Tersedia banyak penyedia Jeep Wisata yang melayani jalur Tumpang, Gubuk klakah dan kawasan wisata Bromo.

Kini wisatawan yang berkunjung ke kota Malang punya banyak alternatif lain selain Batu, Malang Selatan dan Bromo. Sehingga aneka kebutuhan wisatawan dapat diakomodir. Termasuk juga wisata minat khusus dan wisata alam. Selamat berlibur, monggo nang Tumpang, kata wong Njago (djaja)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!
👋 Hi, how can I help?