Art and Cultureperformance

Olahraga Tradisi Masyarakat demi Menghidupkan Nurani Rakyat, catatan Wibie Maharddhika

Alhamdulillah puji Tuhan Astungkara, Musyawarah Kota (MUSKOT) KORMI Kota Malang sebagai forum tertinggi Induk Organisasi Olahraga (INORGA) telah berlangsung tertib, terbuka, sukses dan penuh kekeluargaan pada hari Sabtu 18 Juli 2026 lalu, serta berhasil memilih secara musyawarah mufakat calon tunggal Bpk. Ir. H. Sofyan Edi Jarwoko sebagai Ketua KORMI Kota Malang periode 2026 – 2031.

Banyak catatan menarik dari dinamika MUSKOT yang diselenggarakan di area Hall Stadion Gajayana tersebut. Pemilihan Lokasi musyawarah yang dihadiri 39 INORGA dan jajaran pengurus KORMI itu juga menyentuh semangat sejarah olahraga kota Malang. Mengingat Stadion Gajayana adalah stadion tertua di Indonesia. Sementara usia Stadion yang menginjak 1 Abad Agustus mendatang menjadikan MUSKOT pertama itu semakin monumental dan mempunyai koneksitas spirit tersendiri. Festival Olahraga Masyarakat Daerah (FORDA) Jawa Timur pertama tahun 2023 pun memilih kota Malang. Dan Stadion Gajayana sebagai tuan rumah dan episentrum sejarah keolahragaan Indonesia. Tentu NGALAM Semesta punya skenario di baliknya yang harus kita refleksikan.

Kehadiran Walikota Malang Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM bersama Ketua KORMI Provinsi Jawa Timur Debi Sisilia Samoa, SE yang hadir membuka MUSKOT juga memberi tanda atas perhatian pemkot dan KORMI Provinsi kepada KORMI Kota Malang. Keberadaan KORMI memang merupakan amanah UU no 11 tahun 2022 tentang Keolahragaan. Pemerintah dan KORMI terikat untuk menghidupkan olahraga tradisional rekreatif dengan visi misi membangun kesehatan, kebugaran dan kegembiraan masyarakat. Prestasi tetap menjadi bagian dari perjuangan para pegiat olahraga tersebut. Namun yang membedakan dengan KONI adalah spirit kesehatan dan kebersamaan sosial budayanya yang lebih diutamakan.

KORMI adalah pembibitan pegiat INORGA, sementara KONI adalah ruang bagi pembinaan prestasi selanjutnya sebagai atlit daerah maupun nasional. Ini yang tak boleh dilupakan. Sesuai UU di muka, KORMI memiliki jatidiri nya sendiri sebagai pengembang olahraga rekreasi masyarakat selaras dengan slogannya, “Sehat, Bugar, Gembira, Luar Biasa”.

KORMI kota Malang kini makin berkembang pesat dengan menampung 60 Induk Organisasi Olahraga. Kiranya semangat slogan SBGLB (Sehat Bugar Gembira Luar Biasa) ini tidak berhenti sebagai sebuah salam. Ia adalah realitas yang benar-benar wujud dalam semangat fitrah olahraga masyarakat Indonesia yang harus tetap lestari dipertahankan. INORGA pun menjadi roh dan nyawa karena lahir dari kemandirian masyarakat. Karakter keikhlasan, gotong-royong dan sukacita telah menggelora pada setiap komunitas pegiat olahraga rekreatif tersebut. Tugas KORMI adalah mewadahi, membina dan menjadi media penghubung para pegiat dengan pemerintah maupun lembaga-lembaga swasta guna memfasilitasi perkembangan INORGA.

Fitrah semangat persaudaraan dan kebersamaan dari komunitas INORGA ini berangkat dari semangat tradisi budaya masyarakat yang mandiri. Sementara keberadaan KORMI memiliki peran dan tugas mulia untuk merawat serta mengembangkannya. Kehadiran MUSKOT sebagai forum tertinggi wadah INORGA ini pun wajib untuk mengedepankan suasana musyawarah mufakat.

Sejak awal sebelum pembahasan tata tertib sidang jauh berjalan, para peserta MUSKOT sepakat untuk menjauhi tradisi voting walaupun itu dibenarkan dalam tata aturan. Ini catatan maha penting bagi KORMI khususnya dan secara umum tradisi demokrasi khas Indonesia. Suasana musyawarah mufakat sebagai ciri manusia yang berketuhanan, berkemanusiaan, berkebangsaan, berkerakyatan dan berkeadilan ini sudah jauh ditinggalkan oleh negara berdasar PANCASILA kita. Sejatinya tradisi voting adalah sebuah “keterpaksaan” dikarenakan manusia modern lebih mengedepankan ego dan kepentingan sepihak. Sadar tak sadar mereka terjangkiti penyakit individualistis, rasionalistis dan materialistis. Dimana yang menutupi kemampuan untuk hening menghadirkan hikmat kebijaksanaan sebagai pemimpin sejati bagi akal pikiran, hati dan jiwa.

Tak berlebihan sesungguhnya jika menghidupkan olahraga tradisi masyarakat yang rekreatif ini adalah sama dengan melestarikan rasa ketulusan empati persaudaraan dan gotong-royong yang telah mengakar dalam nilai-nilai budaya dan kearifan lokal Nusantara. Bukankah esensi harapan masyarakat adalah semata sederhana tetap sehat, bugar dan gembira dalam kehidupan? Ini pedoman inti yang harus dijaga. Ketika olahraga tradisi dan rekreasi ini berkembang, tetaplah nuansa fitrah itu mengalir di setiap pribadi pegiat berserta komunitasnya.

Walhasil jika KORMI selaras dengan amanah UU, organisasi itu harus terbebas dari kepentingan kelompok dan politik kekuasaan. Sekaligus tidak takut dan ditakut-takuti bayangan kepentingan kelompok serta politik kekuasaan. Mengapa? Karena hakekat kehadirannya justru membawa visi misi mewarnai perjalanan interaksi sosial budaya dan demokratisasi bangsa. Yakni demi bersungguh sungguh mengecap rasa berketuhanan, berkemanusiaan, berkebangsaan, berkerakyatan dan berkeadilan dalam setiap proses kehidupan. Termasuk dalam kegiatan musyawarah di setiap level masyarakat dan organisasi. Pada ujungnya hal itu tampak dalam etika perilaku yang tulus, terbuka dan santun dalam setiap pengambilan keputusan bersama. Menghindari bahkan menghilangkan syak wasangka, amarah, dendam, trauma, kecewa serta buruk sangka dikarenakan memang demikianlah roh, nyawa dan jiwa sportifitas serta nilai tradisi itu sendiri terlahir.

Berdemokrasi ala PANCASILA dengan demikian meyakini bahwa segala awal akhir diserahkan KEMBALI kepada TUHAN YME sebagai “Supreme Being” yang Selalu Memiliki Rencana Terbaik dalam setiap peristiwa. Percaya bahwa kesempurnaan mutlak hanya milik-NYA dan manusia semata berjuang meraih perbaikan demi perbaikan yang dilakukan dengan sehat, bugar dan gembira luar biasa karena rasa syukur menyadari Nikmat-NYA yang tiada batas. Demikian pula KORMI kota Malang yang terus kompak berbenah menyangga amanah. Terutama amanah menjaga nurani rakyat sebagai suara TUHAN yang tulus dipenuhi rasa welas asih dan kobaran semangat “karyenak tyasing sasama” (membangun pergaulan yang nyaman menggembirakan) serta ‘hamemayu hayuning bawana” (mempercantik keelokan semesta).

Akhirul kalam jika ini dikatakan sebagai tulisan penuh mimpi atas realitas, maka simaklah makna universal lirik lagu IMAGINE karya John Lennon, “You may say I’m a dreamer, but I’m not the only one. I hope someday you’ll join us, and the world will live as one….”. Mari dengan semangat kota Malang yang Mbois Berkelas, kita tunjukkan pada NGALAM semesta bahwa Indonesia bisa, dan Nusantara Jaya menuju cemerlang Emas-nya. Dimulai dari tlatah Tumapel energi Malang Raya sebagai Mata Air Peradaban. SALAM SATU JIWA… Yakni Jiwa yang Sehat, Bugar, Gembira, Luar Biasa ! KUN FAYAKUN !

Wibie Maharddhika
(R. Kushariyono Arief Wibowo, S.Fil)
Sekretaris Tim Formatur dan Pimpinan Sidang MUSKOT KORMI Kota Malang 2026
Ketua Umum PERPATRI Nusantara Jaya Kota Malang
Koordinator Divisi Kebudayaan PERPATRI Nusantara Jaya Provinsi Jawa Timur
Ketua Umum Paguyuban Jemparingan LASKAR PANJI SURYANEGARA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!
👋 Hi, how can I help?