Mengenang Lagu dan Puisi Perjuangan di Sarasehan Rekonstruksi Pertempuran Jalan Salak 1947
Sarasehan Literasi Sejarah bertajuk Rekonstruksi Pertempuran Jalan Salak 1947 semalam 12 Juli 2025. Digelar di ruang Pertemuan toko Buku Gramedia Kayutangan Malang berlangsung mengharukan. Acara tersebut adalah buah kerjasama bareng antara Gramedia Kayutangan Malang, Pengurus Daerah Mastrip Malang Raya dan Malang Retro. Hadir dalam acara tersebut Gladi Sumirat General Manager Gramedia Kayutangan, Gigih Sutata dan keluarga besar MASTRIP bersama masyarakat.
Acara yang didahului dengan persembahan lagu-lagu perjuangan memukau hadirin. Duet apik antara anak dan bapak ini memberikan kesan mendalam. Pasalnya Mafi yang memainkan biola dan Upi dengan gitar klasiknya nampak bernyanyi penuh penghayatan. Belum lagi pakaian yang mereka kenakan adalah pakaian khas perjuang era kemerdekaan. Mafi yang membawa replika senapan nampak seperti anak-anak TRIP tahun 1947.

Ada beberapa lagu yang Mafi dan Upi mainkan. Beberapa diantaranya adalah lagu-lgu dari almarhum Gombloh seperti Bendera dan Gugur Bunga. Juga sempat dimaikan lagu Melati tapal batas dan Sorak-sorak bergembira. Sontak saja semua yang hadir dalam kegiatan tersebut turut bernyanyi bersama. Diantara lagu-lagu perjuangan juga terselip lagu Malang Kota Subur karya almarhum Dirman Sasmokoadi. Lagu ini mengingatkan bagaimana indahnya Kota Malang, yang sudah barang tentu menarik minat banyak orang.
Suasana makin haru ketika Kelik Herry S salah seorang pengurus daerah MASTRIP Malang Raya membacakan 2 puisi perjuangan. Diiringi dengan suara biola yang dimainkan Mafi, bacaan puisi Kelik semakin bermakna. “Hampir 50 tahun yang lalu saya bacakan puisi ini, kini dibacakan lagi khusus yg hadir di sarasehan,” jelas pria berkacamata ini. Meski sudah tak muda lagi tapi Kelik yang tampil bertopi baret hitam khas TRIP Detasemen 1 Brigade 17 nampak gagah.

Kegiatan Sarasehan Literasi Sejarah ini merupakan event yang ke 3 dilaksanakan oleh Malang Retro di Gramedia Kayutangan. Khusus untuk memperingati peristiwa pertempuran jalan Salak pada 31 Juli 1947 ini menghadirkan narasumber dari keluarga besar MASTRIP. Yakni Irawan Prajitno dan Cone Jarot mewakili Generasi 2 MASTRIP. Sedangkan bertindak sebagai host kegiatan tersebut adalah Agung H. Buana.

Lagu-lagu perjuangan yang dibawakan oleh Upi dan Mafi ini merupakan lagu bernuansa perjuangan yang pas dan serasi dengan tema sarasehan. Bagi keluarga MASTRIP, lagu-lagu perjuangan adalah bagian dari penyemangat dikala sedih atau bersenang-senang. Namun seringkali juga lagu dipakai sebagai sarana untuk mengenang gugurnya kawan-kawan seperjuangan. Seperti halnya lirik lagu Kepada Temanku Pahlawan karya Suwandi dan Abd Saleh pada lagu.

Lirik Lagu Nasional Kepada Temanku Pahlawan
Lagu: Abd. Saleh
Syair: Suwandi
Teringat ‘ku’kan padamu, pahlawan Indonesia
Waktu kau hendak kembali ke alam yang baka
Terbayang roman mukamu yang suci dan berseri
Saat tiba kau menghadap kehadirat Illahi
D’ngan tulus dan ikhlas kaukorbankan jiwamu
Kau basahilah bumi d’ngan darah k’satriamu
Tak akan lenyap jasamu dari pada ingatan
Perjuangan kuteruskan sampai akhir jaman
