Museum Pendidikan gelar Belajar Bersama Permainan Tradisional.
Ditengah masifnya permainan digital yang dimainkan oleh anak-anak, museum Pendidikan Kota Malang selenggarakan belajar bersama permainan tradisional. Acara yang dilaksanakan selama 2 hari ini mulai tanggal 27 – 28 Oktober 2026 bertempat di Museum Pendidikan, Jl. Raya Tlogowaru, Kelurahan Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya pemanfaatan Obyek Pemajuan Kebudayaan yakni melestarikan Permainan Rakyat.

Dalam kesempatan ini Kepala Bidang Kebudayaan, R. Agung Harjaya Buana, S.E., M.SE membuka acara mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang. Bersama siswa SD dan para pendampingnya terlihat antusias mengikuti belajar bersama permainan tradisional.
Dalam sambutan pembukaannya, Kepala Bidang Kebudayaan menyampaikan bahwa permainan rakyat harus dikenalkan kepada generasi saat ini untuk melestarikannya serta untuk menumbuhkan Kerjasama dan saling menghargai. “Permainan tradisional penuh dengan nilai budaya termasuk toleransi dan kerjasama, ” ujar mantan Lurah Ketawanggede ini.

Pada hari pertama permainan tradisional ini diikuti oleh 118 siswa SD negeri dan swasta di Kota Malang yang berasal dari 5 Kecamatan. Mereka berbaur dan bekerjasama memainkan beberapa permainan tradisional yang digelar di lapangan dan halaman Museum Pendidikan Kota Malang. Bertindak sebagai instruktur permainan tradisional adalah Paguyuban Sinau Budoyo pimpinan Ahmad Winarto dibantu beberapa tenaga instruktur lainnya.

Antusiasme peserta siswa SD termasuk pendamping yang mengikuti acara ini sangat tinggi, terutama pada permainan egrang. Permainan tradisional yang diperkenalkan pada siswa sekolah tingkat SD antara lain main dakon, bekel, engrang, bakiak panjang, engklek dan egrang.

Sedangkan disela-sela waktu senggang dari para pendamping siswa juga banyak yang tertarik untuk mencoba permainan tradisional tersebut. Salah satu pendamping dari SD Dinoyo 1 Kecamatan Lowokwaru menyatakan harapannya agar generasi saat ini tetap didorong dan bisa melestarikan serta memainkan permainan tradisional/permainan rakyat. Dia menyambut gembira acara yang melibatkan anak-anak sekolah ini. Dan berharap untuk terus memainkan permainan tradisional ini di lingkungan sekolahnya. (edo)
