KTNA Gelar Rembug Paripurna di Batu, Siapkan Kepemimpinan Periode 2026–2031
BATU, JAWA TIMUR, Udara sejuk Kota Batu, Jawa Timur, pekan ini mendadak menjadi pusat perhatian nasional sektor agribisnis. Sebanyak 2.500 delegasi petani dan nelayan dari berbagai penjuru tanah air tumpah ruah menghadiri Rembug Paripurna Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional 2026 yang dihelat pada 18-21 September 2026. Bukan sekadar ajang rutin lima tahunan, forum akbar ini menjadi momentum krusial di tengah dinamika global yang kian menantang. Mulai dari pergeseran iklim, disrupsi teknologi, hingga tekanan pasar yang menuntut ketangguhan pangan nasional dari akarnya.
Kemeriahan acara ini menjadi semakin lengkap dengan digelarnya KTNA Agro Expo 2026. Pameran ini menjelma menjadi etalase raksasa ekosistem agribisnis. Dimana mempertemukan langsung antara petani-pelayan dengan pembuat kebijakan, lembaga riset, perguruan tinggi, hingga raksasa industri.

Kehadiran Wali Kota Batu, Nurochman, selaku tuan rumah yang menyapa dan membersamai para delegasi lebih awal memberikan kesan mendalam tersendiri bagi jalannya acara. Tak sekadar seremoni pergantian nakhoda, pihaknya menaruh harapan besar agar seluruh gagasan dan rekomendasi strategis yang lahir dari Kota Batu. Sehingga mampu menjadi kompas kokoh bagi kesejahteraan petani serta nelayan dalam menghadapi gelombang tantangan agribisnis masa depan.
Di bawah kepemimpinan Ketua Umum KTNA Nasional periode berjalan, Muhammad Yadi Sofyan Noor, konsolidasi organisasi didorong untuk semakin adaptif. Yadi menekankan pentingnya peran kolektif agar para pahlawan pangan nasional tidak berjalan sendirian.
“KTNA harus mampu menjawab tantangan zaman dengan memastikan petani dan nelayan tidak berjalan sendiri untuk menghadapi perubahan teknologi iklim pasar, maupun kebutuhan konsumen,” ujar Yadi.
Agenda puncak Rembug Paripurna yang dijadwalkan pada Minggu, 20 September 2026, memuat serangkaian proses demokratis yang ketat. Mulai dari pengesahan tata tertib, sidang tiga komisi (Organisasi, Program, dan Rekomendasi), pertanggungjawaban pengurus lama. Hingga pemilihan nahkoda baru KTNA Nasional periode 2026-2031.
Momentum pembukaan Rembug Paripurna dan KTNA Agro Expo 2026 mencapai puncaknya tatkala gema suara tabuhan gong bergemuruh asa ribuan petani dan nelayan yang hadir.
Prosesi peresmian yang sarat makna ini dilakukan tepat seusai penyampaian sambutan dan arahan strategis yang penuh inspirasi dari Sekretaris Jenderal Kementrian Pertanian Republik Indonesia, Dr. Ir. Suwandi. Dentuman gong tersebut tidak hanya secara resmi membuka rangkaian forum akbar nasional secara simbolis, tetapi juga menjadi penanda dimulainya babak baru perjuangan kolektif sektor agribisnis tanah air.
Diiringi sorak antusiasme dan tepuk tangan meriah para delegasi dari Sabang sampai Merauke, suara tabuhan itu terpadu dengan semangat kolaborasi. Dimana terasa membara, menandakan kesiapan seluruh insan tani dan nelayan untuk menatap masa depan. Tantangannya dengan menguasai teknologi, merajut jejaring pasar, serta menghadapi gelombang tantangan zaman dengan ketangguhan yang tak tergoyahkan.
Salam dari Batu untuk para petani dan nelayan Indonesia. (bson)
