kidsLifestyle

Membaca Takdir dengan Hati, Catatan Rosy

وَنَبْلُوكُم بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً

“Dan Kami menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai ujian.”
Al Anbiya: 35.

Hidup tidak selalu datang dengan penjelasan. Ia sering hadir dalam bentuk peristiwa yang memaksa manusia berhenti, terdiam, lalu bertanya. Mengapa ini terjadi?. Dan mengapa harus pada kami?. Mengapa tidak seperti yang lain?. Pertanyaan-pertanyaan itu adalah bagian dari sebuah proses perjalanan iman, bukanlah tanda lemahnya keyakinan.

Buku ini lahir dari satu kesadaran sederhana namun mendalam. Bahwa Allah tidak pernah salah dalam mencipta. Tidak ada ciptaan yang sia-sia. Demikian tidak satu pun jiwa dihadirkan tanpa maksud dan tujuan. Tidak satu pun takdir ditetapkan tanpa hikmah. Yang sering keliru bukanlah kehendak Ilahi, melainkan cara manusia memandang, membaca, menilai dan memaknai tanda-tanda-Nya.

Anak spesial sering ditempatkan dalam narasi kekurangan, cacat, tidak normal. Dunia melihat dari apa yang tidak mereka miliki. Masyarakat menilai dari standar yang sempit. Padahal Al Qur’an mengajarkan manusia untuk membaca kehidupan dengan hati yang tunduk, merendah. Bukan dengan ukuran pongah dan sombong. Dalam pandangan langit, setiap jiwa adalah ayat hidup sebuah tanda. Setiap perbedaan adalah sebuah pesan ruhani. Setiap amanah adalah pendidikan jiwa.

Allah berfirman bahwa kemuliaan manusia bukan ditentukan oleh kesempurnaan rupa atau kemampuan. Tetapi oleh kualitas batin yang tidak selalu tampak. Dalam Al Hujurat ayat 13 ditegaskan bahwa yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa. Takwa tidak bergantung pada kesempurnaan fisik atau kecerdasan kognitif. Ia tumbuh di ruang hati, sering kali justru subur di area yang dunia menyebutnya lemah.

Buku ini tidak ditulis untuk menumbuhkan rasa iba. Ia ditulis untuk membangunkan kesadaran fitrah. Bukan untuk mengasihani, tetapi untuk menghormati ciptaan-Nya. Bukan untuk menghakimi takdir, tetapi untuk berdamai dengannya. Anak spesial tidak dihadirkan sebagai beban sosial, melainkan sebagai ayat hidup yang Allah hadirkan untuk mendidik jiwa manusia. Melunakkan kesombongan hati, dan mengevaluasi pemahaman palsu tentang arti kesempurnaan.

Kajian ilmiah modern mulai menguatkan pesan ini. Penelitian dalam Frontiers in Psychology tahun 2022 menunjukkan bahwa pengalaman hidup bersama anak berkebutuhan khusus meningkatkan empati, makna hidup, dan kedewasaan emosional keluarga. Studi dalam Journal of Autism and Developmental Disorders tahun 2023 menemukan bahwa penerimaan dan relasi yang penuh kasih sayang pada anak spesial berdampak signifikan pada pertumbuhan psikologis dan spiritual orang tua. Sains memberi nama dengan bahasa baru bagi hikmah lama yang telah lama diajarkan Allah melalui mukjizat wahyu dalam Al Qur’an.

Prolog ini adalah pintu masuk untuk sebuah lorong panjang perjalanan ruang batin. Perjalanan untuk mampu membaca takdir dengan hati yang jernih. Dari seruan tauhid menuju empati. Lalu dari pemahaman menuju pengamalan. Dan akhirnya dari rasa kasihan menuju kehormatan. Setiap bab dalam buku ini disusun sebagai tahapan kesadaran, agar pembaca tidak hanya mengerti, memahami tetapi juga berubah memaknai dan mengamalkan.

Jika selama ini manusia sibuk bertanya mengapa Allah menciptakan anak spesial?. Mungkin kini saatnya bertanya dengan lebih jernih dan jujur. Untuk apa Allah menghadirkan mereka di tengah kita.? Dan apa yang sebenarnya sedang Allah ajarkan pada kita tentang makna menjadi manusia?.

Buku ini mengundang pembaca merenung, untuk tidak tergesa-gesa menilai, tidak terlalu cepat mengeluh, dan tidak merasa paling mengerti dan memahami. Sebab sering kali, pelajaran paling berharga, hikmah terdalam dan bermakna datang dari jalan yang tidak kita pilih. Allah mengkaruniakannya melalui guru yang tidak pernah kita duga.

Dan mungkin, di akhir perjalanan ini, hati nurani akan sampai pada satu pengakuan jujur yang menenangkan. Bahwa yang sebenarnya sedang diuji bukanlah mereka.
Melainkan bagaimana cara kita memandang, mencintai, memuliakan, dan memaknai kehendak Agung Allah.

Wallahu’alam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!
👋 Hi, how can I help?