Guru Ngaji, Marbot, Modin dan Penjaga Makam dukung Kelurahan Ketawanggede ikut Jatim Bersinar Award 2025
Perlawanan terhadap pencegahan penyalahgunaan peredaran gelap narkoba tak bisa dilakukan hanya satu elemen masyarakat. Karena penyebaran narkoba bersifat masif dan tak melihat siapa korbannya, maka perlu ada semangat bersama. Bertempat di kelurahan Ketawanggede, jumat 12 September 2025, P4GN bersama para guru ngaji, marbot, modin dan penjaga makam berkomitmen menyatakan perang terhadap narkoba. Kegiatan diikuti kurang lebih sekitar 31 orang peserta.
War on drug, for humanity menjadi jargon bersama dalam memerangi bahaya narkoba yang sesuai disampaikan oleh BNN Propinsi Jawa Timur saat launching Jatim Bersinar Award. Dalam kesempatan itu kordinator P4GN Ketawanggede Ayub Utomo bersama Ketua TP PKK Ketawanggede yang juga pegiat P4GN, Esti Karunia Wati menyatakan bahwa elemen masyarakat seperti guru ngaji, marbot, modin dan penjaga makam menjadi garda terdepan perang terhadap narkoba. “Melalui pembelajaran Al Quran bagi anak-anak maka perlu disampaikan juga pengetahuan tentang bahaya narkoba,” ujar ibu 2 anak itu. Disamping itu Esti Karunia Wati mengingatkan bahwa peran tokoh agama juga menjadi penting bagi kultur masyarakat Ketawanggede yang religius.

M. Dayat salah seorang tokoh pemuka agama yang juga guru ngaji menyatakan dukungannya terhadap P4GN yang terus mengkampanyekan lkut sertaan Ketawanggede sebagai wakil dari Kota Malang pada penilaian Jatim Bersinar Award 2025. “Maraknya peredaran gelap narkoba ini, menjadikan kami musti waspada terhadap bahayanya bagi anak-anak Ketawanggede,” ujar pria yang juga Pembina Kampung Budoyo.
Jatim Bersinar adalah sebuah kampanye masyarakat terhadap bahaya narkoba yang diinisiasi oleh BNN Propinsi Jawa Timur. Hal ini dilakukan mengingat peredaran gelap narkoba beserta penyalahgunaanya telah menyebar ke masyarakat. Melalui surat Kepala BNN Kota Malang, kelurahan Ketawanggede dipandang telah melakukan aktifitas nyata dalam kampanye melawan narkoba. Terlebih lagi ketawanggede sebagai wilayah yang banyak aktifitas mahasiswa menjadi sarasan peredaran gelap narkoba. (edo)
