Medayoh Mbois Bersinar terobosan P4GN Ketawanggede untuk Jatim Bersinar Award 2025
Kelurahan Ketawanggede yang berada di jantung Kecamatan Lowokwaru Kota Malang mempunyai banyak dinamika sekaligus tantangan sosial. Khususnya pada upaya pencegahan pengendalian peredaran gelap narkoba bagi generasi muda. Menyadari tantangan yang begitu kompleks, pegiat P4GN Kelurahan Ketawanggede meluncurkan sebuah kampanye persuasif. Dimana mengedepankan masyarakat sebagai subyek dalam mencegah meluasnya peredaran gelap narkoba. Didampingi Petugas BNN Kota Malang, P4GN, Lurah Ketawanggede Agung H. Buana beserta jajaran dan Babinsa serta Bhabinmas pada Kamis 11 September 2025 dilaksanakan giat kampanye Medayoh Mbois Bersinar.

Sebagai sasaran pelaksanaan dukungan pada Kelurahan Ketawanggede dalam kampanye Jatim Bersinar 2025 adalah kawasan padat di wilayah RW 01 dan RW 04. Tidak hanya kawasan pemukiman penduduk saja yang disasar, namun tempat usaha seperti warung makan tak luput dari sasaran kampanye. Bahkan tempat kost anak mahasiswa juga didatangi untuk bersilaturahmi. Beragam tanggapan masyarakat mengikuti giat yang bertajuk Medayoh Mbois Bersinar ini. Ketua RW 04 Ketawanggede, Rohmat Irawadi menyatakan dukungannya untuk membersihkan kawasan lingkungannya bebas dari bahaya narkoba. Belum lagi hal yang sama juga disampaikan oleh Pandu penjaga rumah kost di RW 04 ini yang sangat mendukung gerakan yang dilakukan oleh P4GN Ketawanggede dalam mengkampanyekan dukungan terhadap Jatim Bersinar Award 2025.
Dalam kesempatan mengelilingi kampung yang dikenal dengan daerah Kerto-kertoan, Benny, Kepala TU BNN Kota Malang, tampak antusias mengikuti kegiatan medayoh ini. “Baru kali ini saya merasakan masyarakat yang sangat welcome terhadap upaya kampanye Bebas Narkoba,” ujar alumni FIA UB angkatan 1996 ini. Baginya kolaborasi yang solid dari semua elemen pada kegiatan Medayoh Mbois Bersinar dengan melibatkan masyarakat sebagai subyek, telah menjadi modal sosial yang kuat untuk upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.
Sementara itu Esti Karunia Wati, Ketua TPP PKK Kelurahan Ketawanggede turut memberikan dorongan dan semangat kepada keluarga. Khususnya perempuan untuk terus menjadi garda terdepan pencegahan perdagangan narkoba. “Peran ibu-ibu menjadi sangat penting dalam mengawasi kondisi keluarga terutama pada anak-anaknya”. “Selamatkan anak dan keluarga untuk tidak terjerumus pada persoalan narkoba,” ujar ibu anak 2 ini.
Melihat antusias yang luar biasa selama 4 jam melakukan Medayoh Mbois Bersinar ini, Ayub Utomo mengaku optimis pada perkembangan kampanye anti narkoba ini. “Warga Ketawanggede sejatinya adalah masyarakat religius yang menolak penyalahgunaan narkoba,” ujar kordinator Satgas P4GN Kelurahan Ketawanggede ini. Hal yang sama juga dilontarkan oleh Ismanhadi Ketua RW 01 yang setia mendampingi acara medayoh ini dengan semangat.

Dalam kesempatan tersebut juga dicanangkan bahwa Balai RW 01 juga akan menjadi salah satu Posko Bersinar 2025. Terlebih kawasan RW 01 termasuk wilayah yang padat penduduk terutama keberadaan mahasiswa. Dukungan dari kaum lansia juga didapatkan dari giat Medayoh Mbois Bersinar ini.
Seperti diketahui bahwa BNN Kota Malang telah menunjuk Kelurahan Ketawanggede untuk menjadi perwakilan Kota Malang dalam ajang penilaian Jatim Bersinar Award 2025. Diharapkan melalui kampanye anti narkoba yang dilakukan P4GN Ketawanggede dengan pendekatan silaturahmi akan mencapai hasil yang optimal. (edo)
