Warga Ketawanggede Sukses Gelar Lomba Al Banjari
Geliat peringatan HUT Kemerdekaan Indonesia mulai terasa. Warga Ketawanggede kecamatan Lowokwaru Kota Malang antusias turut berpartisipasi merayakannya. Untuk pertama kalinya dalam sejarah kemasyarakatan di kampung Ketawanggede baru pada tahun 2025 ini. Diadakan Lomba Al Banjari tingkat kelurahan Ketawanggede pada Sabtu 2 Agustus 2025. Kegiatan yang mendukung Ngalam Asyik dan Ngalam Ngopeni pada program Walikota Malang 2025-2030.

Sejak pagi ratusan warga berkumpul di gedung Karya Bakti jalan Kertosentono Malang. Tak hanya peserta Al Banjari saja namun para suporter juga turut memenuhi gedung serba guna ini. Hadir dalam acara tersebut adalah Lurah dan Seklur Kelurahan Ketawanggede, Ketua LPMK, Ketua RW dan Panitia HUT Kemerdekaan tingkat kelurahan.
Pagi hari itu berlaga 9 (sembilan) kelompok Al Banjari yang akan memperebutkan predikat Group Al Banjari terbaik di Ketawanggede. Perlombaan terbagi dalam 2 (dua) kelompok kategori yakni Dewasa dan Anak-anak. Perlombaan Al Banjari sendiri dimulai pukul 08.00 -12.30 Wib. Dengan Dewan Juri perlombaan yang berasal dari Dinas Pendidikan Kebudayaan, Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata serta dari Kecamatan Lowokwaru.
Berbagai persiapan telah dilakukan oleh warga peserta lomba Al Banjari. Mulai dari pemilihan kostum hingga jenis sholawat yang akan dibawakan. Pernak-pernik hiasan kepala pun dikenakan. Ada pula yang memakai seragam kebesaran kelompok Al Banjarinya.

Tercatat ada kelompok Al Banjari mewakili RW yang ada di Ketawanggede. Dari kategori AL Banjari anak-anak ada Group Al Huda (RW 04), Darul Mutaqin (RW 03), TPQ At Taubah (RW 03), AL Falah (RW 05) dan Muhibbatus sholawat (RW2).
Sedangkan untuk kategori Al Banjari dewasa tercatat Group Al Qohwah (RW 03), Roudhotul Ummahat (RW 01), Ukhtina baiturrahman (RW 02) dan Miftahul Huda (RW 04).
Dan akhirnya setelah dilakukan penjurian yang cukup alot maka yang menjadi pemenang adalah dari kategori anak-anak adalah At Taubah dari RW 03, sedangkan Kategori Dewasa adalah Al Qohwah dari RW 03. “Persaingan diantara peserta sangat ketat, hingga nilainya pun terpaut tipis'” ujar Nurman Chandra juri dari Dikbud Kota Malang. Sementara itu Novie Arhaviandini dari Disporapar menyatakan apresiasinya kepada warga Ketawanggede yang antusias mengikuti lomba. Hal yang sama juga dilakukan M. Sholeh juri dari Kecamatan Lowokwaru.

Pada akhir lomba Al Banjari, Ketua Panitia HUT Kemerdekaan tingkat kelurahan, Medi Harsono menyampaikan kegembiraannya atas penyelenggaraan lomba Al Banjari yang baru tahun ini terselenggara. ” Antusias peserta lomba sangat luar biasa, meskipun lomba Al Banjari baru kali ini dilaksanakan,” ujar bapak satu cucu ini.
Memperhatikan geliat seni budaya Kota Malang punya banyak potensi yang patut dikembangkan. Pengembangan seni budaya termasuk yang dilakukan warga ketawanggede cukup signifikan dalam memperingati 80 tahun kemerdekaan Indonesia. Terlebih slogan HUT Kemerdekaan tahun ini adalah Bersatu bedaulat, Rakyat Sejahtera Indonesia Maju.

Selamat untuk semua pemenang, Kota Malang Mbois Berkelas. Kemenangan untuk semua warga Ketawanggede Lowokwaru. (edo_k)
