Kampanye Kolaborasi Anti Narkoba, Stop Bullying, pencegahan Seks Bebas oleh lintas lembaga di SMKN 2 Kota Malang
Kampanye tentang persoalan-persoalan sosial di masyarakat memang perlu strategi dan pendekatan khusus. Hal ini nampak pada pelaksanaan kegiatan Kampanye Kolaborasi Kelurahan Ketawanggede Lowokwaru Kota Malang. Pada hari Senin, 28 Juli 2025 pukul 07.00 s.d pukul 10.00 WIB, bertempat di Aula SC Pertamina SMKN 2 Kota Malang telah dilaksanakan Kampanye Kolaborasi dengan tema Anti Narkoba, Stop Narkoba dan Stop bullying -Seks Bebas bagi generasi muda. Sebagai sasaran kampanye adalah siswa SMKN 2 Kota Malang khususnya siswa kelas 12 yang akan melaksanakan Magang Industri. Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 700 orang siswa dan 60 orang pendukung acara.
Hadir dalam acara tersebut adalah Lurah dan Ketua TP PKK ketawanggede beserta jajaran. Para guru SMKN 2 dan Tim Puskesmas Dinoyo disertai Tim P4GN Kelurahan Ketawanggede bersama GANN Kota Malang. Nampak beberapa pengurus Malang Peduli Demokrasi hadir ditengah-tengah acara kampanye. Materi psikologi tentang pencegahan seks bebas dan bullying disampaikan oleh Pusat Studi Gender dan Anak Universitas Islam Negeri Malang melalui pemutaran film.

Metode penyampaian materi bagi siswa tersebut dilakukan dengan pendekatan persuasif menggunakan sarana media visual yakni film. Sedangkan film yang dimaksudkan untuk kampanye kali ini berjudul “Jagalah cita-citamu, jangan tergoda cinta semu”. Film ini menceritakan bagaimana perjuangan anak muda menggapai cita-cita ditengah arus pengaruh sosial yang demikian kuat dimasyarakat. Dr. Isti dan DR Mega dari PSGA UIN sepakat menyatakan bahwa belakangan ini perlu strategi khusus untuk menyampaikan pesan untuk generasi Z.
Ratusan siswa SMKN 2 sejak pukul 07.00 telah berkumpul di Aula SC Pertamina untuk mengikuti pelaksanaan Kampanye Kolaborasi yang dibuka oleh Lurah Agung H. Buana, SE,. M.SE bersama Kepala sekolah yang diwakili oleh Waka Kesiswaan SMKN 2 Malang Srirohatul Juma’idah, S.ST. Par. Dalam arahannya Lurah Ketawanggede menyampaikan pentingnya menjaga diri atas pengaruh-pengaruh sosial pada saat pelaksanaan program Magang Industri. Termasuk upaya pencegahan narkoba, perilaku seks bebas dan pencegahan bullying di masyarakat.
Pemutaran Film tema Gender dan pencegahan Seks Bebas yang diputar selama 17 menit cukup memberikan pesan persuasif kepada siswa peserta kampanye. Apalagi diselingi Yel-yel anti Narkoba dari P4GN Ketawanggede dan Penjelasan bahaya Narkoba oleh Irawan dari GANN Malang. Selama kegiatan kampanye berlangsung juga dilakukan pengecekan kesehatan dasar bagi Guru dan Siswa yang dipimpin oleh dr. Febby dari Puskesmas Dinoyo.

Sementara itu Tim PSGA Psikologi UIN Malang memberikan bekal kepada siswa untuk bisa mendeteksi dini atas upaya-upaya pelecehan seksual. “Saat ini pengaruh media sosial sangat besar terhadap upaya pelecehan seksual bagi anak,” ujar tim PSGA. Dimulai dari perkenalan di platform media sosial hingga pertemuan blind date sangat rawan terhadap keselamatan anak-anak. “Hindari berphoto dengan pose bibir monyong-monyong ,” tegas Isti mengingatkan peserta kampanye. Berawal photo itu akan dapat mengundang para predator untuk melakukan pelecehan seksual.
Disela-sela kegiatan Imam Muslikh sebagi kordinator MPD juga mengingatkan adanya pelecehan seksual yang marak dilakukan di tengah masyarakat. “Baru-baru ini kami mendapatkanh laporan adanya pemerkosaaan dengan korban anak dibawah usia, tentu saja hal ini menyentuh rasa kemanusiaan.” Melalui kegiatan kampanye ini diharapkan siswa mempunyai bekal untuk menjaga dirinya.

Ormas Gerakan Anti Narkoba Nasional juga turut berpartisipasi dengan memotivasi siswa untuk menolak tegas ajakan menggunakan narkoba. Irawan GANN menyebutkan bahwa generasi muda sangat rentan mendapatkan pengaruh untuk coba-coba gunakan narkoba.
Selama kampanye berlangsung, siswa SMKN 2 Kota Malang sangat responsif dan serius mengikuti acara tersebut. Bagi mereka model kampanye kolaboratif dan interaktif ini sangat membantu mereka mempersiapkan diri untuk mengikuti Magang Industri. Pelaksanaan magang siswa akan dilaksanakan bulan Agustus – Desember 2025 mendatang diberbagai tempat.

Siti Mara Ulfa guru kesiswaan yang turut menjaga suasana kondusif siswa juga menyampaikan kekagumannya pada siswanya yang tetap tenang menyimak pemutaran film pada acara tersebut. “Ada penelitian bahwa konsentrasi siswa saat ini menurun akibat aktifitas scrolling medsos berlebihan, jadi mereka hanya mampu bertahan sekitar 10 menit untuk konsentrasi,” ujar bu guru yang sering disebut Avatar siswa ini.

Rangkaian kegiatan selesai jam 09.30 wib dalam keadaan aman, lancar, kondusif dan dilanjutkan pembelajaran dalam kelas. Strategi khusus dan metode sosialisasi yang tepat bagi siswa diperlukan ditengah gempuran media sosial dewasa ini. (djaja)
